LIHAT AKU
berkalang debu menimang bungabunga kering menyapa tiap remang di sudutsudut kota nyeri menutup mata menundukkan wajah dari cahaya itu setapak di tepi kota terinjakinjak, becek hujan lihat aku, memunguti rindu di sela jerami di pasirhitam malam tanpa penerang hanya mata terpejam jemari basah terlalu sulit membuka mata sesipitpun jua engkaukah itu tertawa di balik jendela? memandangku iba lihat aku, berkejaran dengan kunangkunang dimana ia berhenti dimanapun aku berhenti, apa peduli perasaan memasuki mesin pencacah tanpa kendali bungabunga di genggaman kering berhambur, angin liar